Berbudi, Berbudaya & Madani

Oct 19, 2012

Review Buku Novel Sepatu Si Dahlan




Ada sesuatu hal yang menarik mengenai sosok fenomenal menteri BUMN yang saat ini menjabat. Dahlan iskan namanya, seorang pribadi low profile dengan berbagai tingkah yang tak terduga-duga. Hal inilah yang melatar belakangingi A.A Fuadi seorang novelis terkemuka di Indonesia membuat suatu novel yang membangkitkan semangat terinspirasi oleh kehidupan pribadi DI. Memang cerita yang ditampilkan di novel tak sepenuhnya kisah nyata, akan tetapi secera keseluruhan menggambarkan bagaimana sosok DI dalam kehidupan pribadi dari masa kanak-kanak hingga remaja.
Novel ini berkisahkan mengenai seorang yang lahir dari desa terpencil di Jawa Timur, dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Masa-masa kecil beliau diwarnai dengan beberapa cobaan. Ketika ia SD hingga SMP ia tak mempunyai sepatu sendiri. Alhasil ketika bersekolah ia hanya mengenakan sandal jepit. Meski demikian tak membuat dahlan kecil berkecil hati untuk menuntut ilmu yang dengan baik. Hal ini dibuktikan pada saat penerimaan raport, DI slalu mendapat Juara kelas. Di kehidupan rumah pun, DI merupakan sosok yang berbakti kepada orang tua, sepulang sekolah ia biasa mengabiskan waktunya mengembala domba peliharaannya. Kegiatannya ini dilakukan hampir setiap hari disela-sela ia belajar.
Pada saat DI akan memasuki bangu SMA ia ingin sekolah di SMA Negeri di kotanya, namun apadaya bapaknya tak mengijinkannya. Alhasil ia di sekolahkan di MA Takeran. Awalnya ia tak menyukai bersekolah disana, namun seiring waktu berjalan ia merasa betah & bangga bersekolah di situ. Prestasi demi prestasipun diraihnya. Berbagai kegiatan juga ia ikuti guna menyalurkan bakatnya serta menambah wawasan dirinya. Pada novel juga di ceritakan saat DI mengagumi seorang wanita yang sering di jumpainya ketika hendak berangkat Sekolah. 
Bagaimana DI mendapatkan sepatu pertamanya? bagaimana kelanjutan hubungan dengan Aisyah? Dan Bagaimana-bagaimana kisah selengkapnya? Silahkan membaca sendiri bukunya, dijamin penasaran membuka lembar-demi lembar kisahnya. :D

Yang saya dapat dari novel ini adalah motivasi untuk bersyukur terhadap kehidupan ini. Meski dalam kondisi keterbatasan, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan. Keterbatasan bukanlah halangan, tapi sebuah motivasi untuk lebih maju. Sunggah tak sabar rasanya  menunggu Novel lanjutannya terbit "Surat Si Dahlan",.. hehehe,..
 Terima kasih,.. :D
Share:

0 komentar:

Post a Comment

TerEdukasi.com. Powered by Blogger.